Jumat, 03 Juli 2015

THE POWER OF SUPPORT

Sebenernya mau nulis cerita, tapi terlalu panjang hihii, singkatnya aja ya, ini bisa disebut pelajaran , apa pentingnya support,


Sepatu?? bukan sepatunya, tapi kita ambil dari sisi kaki,pengalaman saya sendiri, ketika melangkahkan kaki melaksanakan aksi penaman pohon di Gunung Andong, ketika itu bersama adik saya, Elen. Sebenarnya bukan sebuah acara wajib, tapi saya cuma ingin menambah pengalaman saja mendaki gunung Andong, saat itu pendakian dimulai pukul 10.00 WIB, sudah terlalu siang sebenarnya, tapi karena terbawa suasana pedesaan yang sejuk jadi keliatan seger aja, hihiii...




Singkat cerita, setelah aksi penanaman pohon selesai, saya dan rombongan memutuskan untuk terus mendaki sampai puncaknya, tapi ditengah perjalanan, adik saya, Elen, mengeluh kelelahan. Saat itu saya sangat bimbang, antara melanjutkan perjalanan, atau tetap tinggal, tapi setelah memutuskan beberapa saat, akhirnya saya memutuskan untuk tetap tinggal, dan turun dari gunung, walaupun hanya tinggal 15 menit lagi saya bisa mencapai puncaknya.

muka jengkel saya :(

Elen, si manja gemuk




Disitulah pentingnya support, ketika itu tidak ada sedikitpun support dari adik saya, dia hanya mengeluh dan mengeluh kecapaian dan apalah, hingga saya merasa muak, dan memutuskan untuk turun, tapi disisi lain saya begitu kagum melihat rombongan saya yang didominasi oleh anak-anak smp dan sma, diimana disitu mereka saling mendukung untuk melanjutkan perjalanan, meski banyaknya keluhan, tapi juga tidak sedikit semangat dari mereka untuk melanjutkan sampai puncak,

inilah rombongan saya.... good job guys

dan masuk pada intinya, bahwa manusia pada dasarnya dalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, begitu juga seseorang selalu membutuhkan support dimanapun, dan dalam keadaan apapun, karena sedikit apapun support dia akan merasa terdukung, dia akan merasa yakin, bahwa dia masih memiliki seseorang yang mendukungnya. Seorang teman saya pernah berkata "orang yang pernah mencapai puncak suatu gunung, dia adalah termasuk orang-orang yang bertekad kuat, berpendirian teguh, serta tak akan goyah apapun halangannya".

  • "yakinkan hati anda ketika memutuskan sesuatu, karna jika tidak, anda akan gugur dan menyesal sia-sia"
  • "semangat itu bagaikan pupuk ketika menanam pohon,sedikit apapun takarannya, pasti pohon itu akan tetap tumbuh tak perduli bagaimanapun carannya"
#semangat
#support
#teman
#kekompakan


Rabu, 01 Juli 2015

gue...

saya,,, Sara Devi Lukita



JUST SHORT STORY

Ketika itu, kamu pernah berkata bahwa "kamu terlalu baik buat aku" dan ternyata sekarang terbukti, bahwa itu benar, setelah sekian lamanya aku berusaha melupakanmu, kini saatnya membuktikan, bhawa pada akhirnya aku justru belum bisa. tapi bukan berarti aku masih memiliki rasa sayang kepadamu melainkan penyesalanku semakin dalam telah menyayangimu.

Semakin bergilirnya waktu semua hal-hal tentangmu terungkap, kebaikanmu, bahkan keburukanmu, meski aku tak meminta itu, tapi hal-hal itu bergulir apa adanya, entah dari siapa, dan bagaimanapun caranya,semua tetangmu aku mengetahuinya.
Ingatkah moment-moment itu, 



ketika mulutmu manismu berkata bahwa benar-benar menyayangiku, tapi pada faktanya 0 besar, foto-foto juga hanya sebagai kenangan, tak ada bukti tertentu bahwa kamu sepenuhnya pernah menyayangiku.

Tapi aku sadar, aku juga tak boleh sepenuhnya membencimu, memusuhimu, karna pada awalnya aku juga pernah menyayangimu, meski entah bagaimana perasaanmu, tapi aku merasakan hal itu,bahkan sampai sekarangpun aku masih menyayangimu, namun bukan lagi sebagai seseorang yang singgah dihati untuk melindungiku, tapi hanya sekedar menghormati sejarah hidup.

Maafkan aku atas prasangka burukku selama ini (meski BENAR haha), maafkan perasaanku pernah membencimu setelah fase-fase menjauh, dimana pada fase itu aku menghindarimu, mencoba membohongi diriku, pikiranku, perasaaanku, bahwa aku harus membencimu sepenuhnya, maafkan perasaanku pernah memusuhimu meski itu bisa disebut perang dingin, tapi itu semua begitu berkesan untuk diriku sendiri, bahwa hidup dalam khayalan, bisa sedikit menghiburku, untuk sejenak lupa akan kerasnya perlakuan emosi jiwa :)  



heeii kamuuu


iyaa kamuu 

thanks for everything that you give for me, and next time i hope be your friend again, hiihii...

#potongancerpen

Jumat, 08 Mei 2015

HELLO WORLD

Masih malu malu mungkin, karena masih newbie ;) padahal blog udah dari dulu, tapi jarang kerawat hehee :)

haaii... my name Sara Devi Lukita
sepertinya ini perkenalan babak kedua dehh hihiii
No problem ya broo, semoga kedepannya isi blog saya lebih bermutu awkwkwkw :D


Sabtu, 04 April 2015

Dukaku Tanpamu



Sore itu adalah saat pertama aku mendengar namanya,nama itu ku dengar dari kawan sebayaku,lantunan nama yang panjang namun aku tau bahwa dibalik nama itu tersimpan makna yang besar dan mulia.
Muhammad Damar Wahyu Al-Qodri namanya,teman-temannya biasa memanggil “Damar”.Lahir 21 Agustus 1997 dan kurasa sosok yang sangat muda sebagai mahasiswa.Namun usianya yang terlalu dini tak menjadi kendala dalam mewujudkan prestasi.Program akselerasi yang mengantarkannya hingga saat itu ia menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro.Tak bisa kuimaginasikan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa muda.
Senang sekali rasanya bisa tau orang yang sepertinya.Ya,kini bukan hanya sekedar kudengar namanya dari orang lain namun aku berkenalan dengannya.Meskipun tak secara langsung,namun perkenalan dengannya yang hanya melalui sms membuatku bisa mengerti bagaimana seorang “Damar”.Selama aku berkomunikasi dengannya lewat sms,aku merasa selalu sependapat dengannya.Favoritku dengan musik ternyata juga menjadi hobi bahkan favorit yang sama dengannya.Banyak sekali cerita dan pelajaran yang bisa kuambil darinya.
Ia banyak bercerita tentang saudara dekatnya,yang sealu menemaninya kemana-mana.Ia juga satu jurusan dengan saudaranya yang bernama Fikri.Damar dan Fikri tak pernah mengikuti kuliah setiap harinya,mereka hanya berangkat saat ujian,dan waktu setiap hari ia gunakan untuk membantu mengajar di pondok milik orang tuanya.Ia adalah seorang yang kerap disapa “gus”oleh para santri yang belajar di pesantren.Bagiku sangat sempurna menjadi anak muda yang berprestasi namun memiliki kemampuan lebih dalam agama.
Rasa simpati yang mungkin sedikit terinfeksi oleh rasa cinta mulai tumbuh dalam benakku.Ingin rasanya bertemu dan bermuwajjahah dengannya.Memang sudah ada rencana berlibur bersamanya dan saudara-saudaranya,namun tertunda karena saudara dekatnya,Fikri baru saja mengalami kecelakaan dan saat itu dirawat di ruamah sakit.Selalu kufikirkan,kutatap teks smsnya yang sampai saat ini masih kusimpan.Ini benar-benar rasa cinta yang secara alami dan wajar tumbuh dalam benak seorang remaja.Namun rasa itu tak terlalu kufikirkan,bahkan sempat kuabaikan karena hilangnya komunikasi antara aku dengannya.
Saat itu aku sibuk dengan kegiatanku dan mungkin dia juga sibuk dengan kesehariannya.Sama sekali tak ada kabar darinya.Semakin hari dan bergulirnya waktu aku malah semakin ingin untuk melupakannya ,namun rasa rinduku padanya meracuni sudut dada.Sulit sekali bagiku melupakan teman sepertinya walaupun hanya sekali aku berkomunikasi dengannya.
Waktu bergulir begitu cepat,padatnya jadwal di sekolahku membuatku sedikit berhasil melupakan Damar.Namun tetap masih ada rasa yang tertinggal di benakku untuknya.
Sekar,sahabat dekatku sekaligus teman yang mengenalkanku pada Damar tiba”memberitahu dan bercerita kepadaku bahwa Damar jatuh sakit.Ia memang mepunyai riwayat sakit jantung dan  hal itulah yang membuat Damar tidak suka dengan keramaian.Dan saat itu juga Ia dirawat di ICU Rumah Sakit Karyadi Semarang.Aku dan Sekar berencana untuk menjenguknya pada hari jum’at esok.Namun lagi-lagi tertunda karena aku yang terlalu egois lebih memilih rapat organisasi daripada menjenguknya.
Kekecewaanku karena tidak bisa menjenguk Damar seolah menjadi hantu penyesalan yang terus membayangiku.Ditambah lagi ketika aku mendengar kabar dari Sekar jika saat itu Damar dalam keadaan koma.Maafkan keegoisanku kawan.
Satu minggu kemudian,tepatnya hari Jum’at,14 Febuari 2014,mendungnya langit karena awan hitam pekat dari gunung kelud menutupi pancaran sinar surya yang sebenarnya akan tampak.Derasnya hujan abu terpaksa kuterjang karena aku harus menuju kesekolah,namun ditengah perjalanan aku mendapat kabar jika hari itu sekolah diliburkan.Sebenarnya ada sedikit rasa dongkol yang mengganjal di hatiku karena konfirmasi sekolah yang terlambat,namun perasaan dongkol itu tak menghalangiku.Aku tetap menuju ke sekolah karena ada acara organisasi.Hari itu sungguh beda,tak seperti biasanya.Perasaanku tidak enak,entah kenapa aku juga tak tau,namun konsentrasiku tertuju sepenuhnya pada Damar.Sungguh hari itu kesemangatanku tak seperti biasanya.Semangatku juga semakin menurun ketika melihat di sekretariat hanya ada 4 anak yang datang untuk mengikuti rapat evaluasi.
Sambil menikmati perjalanan pulang,kuhapus letihku dengan segelas es capucino.Rasanya benar-benar capucino mix,serupa dengan rasaku saat itu yang tak begitu manis.Setiba di rumah langsung kuambil air wudhu dan kutunaikan sholat maghrib.Kukeluh kesahkan semua rasaku pada hari itu kepada Ilahirabbi.
Belum sembuh rasa janggalku yang ada dalam benak,hingga keesokan harinya saat aku hendak menyantap sarapan dikantin,sahabat karibku Sekar,tiba dan langsung duduk di sebelahku.Kutatap wajahnya yang tak seperti biasanya dan kubertanya kepadanya apa yang sebenarnya sedang terjadi.Ya,detik itu juga kudengar dari Sekar bahwa Damar telah meninggal dunia kemarin pukul 18.00.Sudut mataku tak sanggup membendung air mata yang sejak tadi bersiap.Suaraku yang biasanya terdengar riang,kini menjadi isak tangis yang mewakili jatuhnya air mata serta menggambarkan dukaku yang begitu mendalam.
14 February 2014 menjadi hari duka bagiku dan bagi orang yang menyayangi seorang Damar.Telah kutemukan makna dibalik rasa yang tertinggal saat itu.Hari yang tak akan pernah kulupakan sampai kapanpun.
Tuhan tak mengizinkan aku dan kamu untuk bertemu,entah aku yang tak pantas bertemu denganmu atau aku yang harus memantaskan diri bertemu denganmu.Namun belum sempat ku berbicara denganmu,belum sempat ku berjabat tangan denganmu,bahkan belum sempat juga kuucapkan salam yang terakhir kalinya untukmu.
Melepasmu adalah perihal melepas benarku,meyakinkan hati bahwa mimpi-mimpi yang kau tawarkan tak akan pernah terjadi.Mungkin kau lupa bahwa pergimu meninggalkan luka yang tak pernah kau bawa,meracuni sudut dada.Sebenarnya aku tak mau merasa sedih tanpamu,namun dada merasa perih saat mengingatmu.Melepasmu sudah,merelakanmu sudah,melupakanmu pun kupaksakan namun tetap saja ada yang pulang bersama hujan di kelopak mata.Kini aku hanya berharap semoga doa setiap insan yang menyayangimu bisa sampai kepadamu.
.


NEF