Semakin bergilirnya waktu semua hal-hal tentangmu terungkap, kebaikanmu, bahkan keburukanmu, meski aku tak meminta itu, tapi hal-hal itu bergulir apa adanya, entah dari siapa, dan bagaimanapun caranya,semua tetangmu aku mengetahuinya.
Ingatkah moment-moment itu,
Tapi aku sadar, aku juga tak boleh sepenuhnya membencimu, memusuhimu, karna pada awalnya aku juga pernah menyayangimu, meski entah bagaimana perasaanmu, tapi aku merasakan hal itu,bahkan sampai sekarangpun aku masih menyayangimu, namun bukan lagi sebagai seseorang yang singgah dihati untuk melindungiku, tapi hanya sekedar menghormati sejarah hidup.
Maafkan aku atas prasangka burukku selama ini (meski BENAR haha), maafkan perasaanku pernah membencimu setelah fase-fase menjauh, dimana pada fase itu aku menghindarimu, mencoba membohongi diriku, pikiranku, perasaaanku, bahwa aku harus membencimu sepenuhnya, maafkan perasaanku pernah memusuhimu meski itu bisa disebut perang dingin, tapi itu semua begitu berkesan untuk diriku sendiri, bahwa hidup dalam khayalan, bisa sedikit menghiburku, untuk sejenak lupa akan kerasnya perlakuan emosi jiwa :)
heeii kamuuu
iyaa kamuu
thanks for everything that you give for me, and next time i hope be your friend again, hiihii...
#potongancerpen


Tidak ada komentar:
Posting Komentar